Alat kardiovasdikular
Ribuan tahun lalu, manusia prasejarah menggambar seekor mastodon dengan penekanan yang aneh di daerah dada. Mastodon ini digambar di sebuh gua di Spanyol. Ternyata, tanda aneh tersebut menggambarkan organ jantung. Beberapa konsep mengenai organ jantung diuraikan oleh beberapa ahli berikut.
o Imhotep (300BC), telah mengetahui bahwa jantung adalah sumber darah untuk setiap bagian tubuh.
o Hippocrates (5BC), seorang filsuf Yunani telah menguraikan keberadaan serambi dan klep-kelp di dalam jantung, bahkan telah memberi resep untuk hidup dengan jantung sehat, yaitu melalui dite yang berimbang, istirahat dan olahraga. Sampai sekarang teori tersebut masih diakui keberadaannya.
o Galen (130AD), menejelaskan mekanisme kerja jantung.
o Leonardo da Vinci (1452-1519), pada zaman renaissance Italia menggambar organ jantugn secara atonomis dengan akurat.
o William Harvey (1628), untuk pertama kali mengajarkan mengenai anatomi dan fisiologi jantung, serta pembuluh-pembuluh kapiler darah.
o Richard Lower (1631-1691), meneliti penyakit dan kelainan-kelainan jantung. Dia melakukan transfuse darah yang pertama kali pada hewan. Karya utamanya menjelaskan mengenai mekanisme fungsi otot jantung. Selain itu, dia yang pertama kali melukiskan terjadinya oedema dalam jantung dan kantung jantung (pericardium).
o Nicholas Tulpius (1593-1674), guru besar ilmu anatomi Belanda meneliti jantung dan menjadi model pelukis besar Rembrant: “The Lesson in Anatomy”. Dia menjelaskan mengenai proses pembekuan darah karena aadanya zat fibrine.
o Teophile Bonet (1620-1689), dokter terkenal dari Geneva menerbitkan buku Patology Anatomi Jantung yang pertama kali.
Nomenklatur
Cardio (cordis) adalah organ jantung. Vasculair adalah system peredaran. System peredaran ada dua.
1. System peredaran darah
System peredaran darah dibagi menjadi dua macam, yaitu:
A. system peredaran darah yang berasal dari jantung, disebut arteri
B. system peredaran dara menuju jantung, disebut vena.
2. Sistem peredaran darah lympha (getah bening).
Jantung sebagai organ vital
Sejak janin berumur 2-3 bulan di dalam kandungan, jantung mulai memompa darah, dan berhenti apabila manusia mati. Manusia tidak bisa hidup tanpa jantung. Dengan demikian, jantung adalah organ yang sangat vital. Setiap menit, 5 barel darah dipompa dari setiap bilik (ventricle) dengan kecepatan dan tekanan yang tinggi.
Jantung orang yang berumur 70 tahun telah berdenyut 2.700 juta kali dan memompa darah sebanyak 38 juta barel. Stress dan eksitasi (excitement) dapat menyebabkan denyut jantung dan volume darah yang harus dipompa meningkat tigak lai lipat. Daya pompa yang paling kuat, yaitu pada saat bilik jantung berkontraksi (ventricle systolic pressure) dan yang paling lemah ketika jantung berelaksasi (diastolic pressure). Desakan tekanan darah systolic ditransfer ke seluruh dinding arteri. Itulah sebabnya, denyut jantung dapa dirasakan dengan cara meraba pembuluh darah arteri yang terletak di daerah superficial. Akan tetapi, tekanan darah systolic ini tidak dapat dirasakan dengan cara meraba pembuluh vena. Tekanan paling tinggi, ketika bilik (ventricle) berkontraksi. Konsisi ini dapat memancarkan darah seperti air mancur setinggi dua meter. Pada orang dengan tekanan darah yang tinggi, pancaran tersebut dapat menjadi dua kali lipat. Apabila seluruh pembuluh darah disambungkan, panjangnya bisa mencapai 100.000 km, berarti seperempat jarak antara bumi dan bulan. Oleh karena itu, orang primitive percaya bahwa jantung adalah sumber kekuatan dan keberanian. Apabila seseorang mempunya keberanian untuk makan jantung, khususnya jantung dari hewan perkasa yang liar, seperti singa, harimau, dan buaya maka orang tersebut akan menjadi perkasa pula. Pada zaman dahulu, jantung dari musuh yang terbunuh, diambil dan dimakan untuk menunjukkan keperkasaan seseorang.
Pola dasar system kardiovasdikuler
Pola sadar system kardiovasdikuler sangat sederhana.
Jantung memiliki empat buah kamar, yang terdiri dari dua serambi (auricles) dan dua bilik (ventricles). Masing-masing kamar mempunyai pembuluh besar. Darah yang mengankut CO2 dan sisa pertukaran zat (metabolisme) dibawa ke paru-paru. Di dalam paru-paru ini, CO2 dilepaskan. Sebaliknya, O2 yang berasal dari pernapasan (bahasa akupunktur adalah spirits of heaven) diserap dan diikat. Darah yang mengangkut O2 mengalir kembali ke jantung, kemudian diedarkan ke seluruh bagian tubuh oleh arteri. Di dalam jaringan dan sel, O2 dan zat gizi dilepaskan. Sebaliknya, CO2 dan sisa metabolisme diikat oleh darah, kemudian melalui pembuluh vena diangkut kembali ke jantung dan oleh daya pompa jantung diangkut ke paru-paru. Di dalam paru-paru inilah pertukaran CO2 dengan O2 berlangsung kembali.
Siklus jantung diawali dengan adanya konstraksi serambi (atrium), kemudian diikuti oleh konstraksi bilik (ventricle). Selanjutnya, diikuti kembali oleh konstraksi serambi. Keadaan ini dinamakan dengan satu siklus jantung, yang berlangsung selama 6 atau 7 detik.
Banyaknya darah yang diedarkan ke seluruh bagian tubuh berbeda-beda, yaitu 15% ke otak, 10% ke system koroner, 25% ke ginjal, 20% ke hati dan alat pernapasan, sertai 30% ke tulang, otot, dan kulit.
Sejak penelitian yang dilakukan oleh William Harvey, telah diketahui bahwa darah mengalir ke satu arah melalui pembuluh-pembuluh darah, yang kemudian membentuk system siklus tertutup. Hal ini sesuai dengan pandangan akupunktur yang menguraikan bahwa qi mengalir searah dan membentuk siklus. Selain itu, qi menjadi tenaga penggerak aliran darah dari dan menuju jantung.
Pembuluh darah
Secara histologis, bentuk arteri, vena, dan pembuluh kapiler berbeda satu dengan lainnya. Tenunan ikat (connective tissue) dan jaringan otot polos (smooth muscles) pada dinding arteri lebih tebal dan elastis, dibandingkan pada dinding vena. Pada dinding pembuluh kapiler hanya terdiri dari selapis sel endothelium saja.
Darah mengalir dari aorta ke pembuluh darah yang ukurannya lebih kecil. Akhirnya, darah akan mencapai system kapiler. Pada system kapiler inilah darah melepaskan O2 dan zat nutrisi yang dibawanya. Selanjutnya, darah mengikat CO2 dan hasil metabolisme sel akan masuk ke dalam system kapiler vena. Dari kapiler vena, darah mengalir menuju jantung melalui system peredaran vena yang makin lama ukurannya makin membesar. Di beberapa tempat, pertukaran darah dari kapiler arteri ke kapiler vena melalui system vona portal. Dalam hal ini, darah dari kapiler arteri mengalir ke vena yang berakhir di kapiler vena lainnya, sebelum menuju ke jantung. Sekitar 20% darah yang mengalir, akan melalui hati berasal dari arteri hati (arteri hepatica), sedangkan 80%d arah yang lainnya berasal dari vena hepatica. Darah tersebut membawa bahan-bahan makanan, seperti karbohidrat, protein dan lemak.
Bahan-bahan yang mengandung racun (toksin), seperti obat, alcohol, dan residu masuk ke dalam hati. Bahan-bahan yang beracun ini akan dinetralisasikan (didetoksifikasi). Arteria hepatica memenuhi kebutuhan O2 untuk memperoleh energi. Energi ini digunakan untuk aktivitas detoksifikasi yang berlangsung di dalam organ hati tersebut.
Anatomi jantung
Jantung adalah organ yang sangat vital walaupun mempunyai struktur yang sangat sederhana. Berat jantung sekitar 0.4 kg. Jantung merupakan sebuah kantung yang berdinding otot tebal. Ukurannya, sebesar kepalan tangan individu yang bersangkutan. Jantung seorang wanita ukurannya lebih kecil. Ukuran jantung seorang olahragawan lebih besar karena harus mengimbangi aktivitas fisiknya.
Otot jantung terdiri dari otot bergaris (striated muscles), yang satu sama lainnya membentuk jaringan. Jaringan ini kemudian membangun otot jantung (myocardium). Struktur seperti ini, sangat diperlukan karena konstraksi oleh setiap sel otot jantung harus dilakukan secara spontan dan simultan. Hal ini terjadi selama manusia hidup. Bagian sebelah dalam dari otot jantung, dilindungi oleh jaringan membrane yang tipis dan halus, yang disebut endocardium.
Jantung sebagai alat pompa darah
Struktur utama jantung merupakan pompa kembar yang terdiri dari dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventricles). Serambi, berfungsi untuk menampung darah yang berasal dari vena. Bilik memiliki dinding yang tebal, fungsinya untuk memompa darah dari serambi ke aorta, kemudian ke system arteria seluruh bagian tubuh. Setiap denyutan (konstraksi) jantung merupakan siklus kerja jantung (cardiac cycles). Siklus kerja jantung, terdiri dari konstraksi (systole) yang diikuti dengan relaksasi (diastole) dari masing-masing serambi dan bilik.
Denyut jantung diawali denagn berkonstraksinya serambi. Serambi sebelah kanan berkonstraksi lebih dulu, sedangkan serambi sebelah kiri mengisi darah ke bilik yang sedang relaksasi. Selanjutnya, konstraksi yang kuta dilakukan oleh bilik jantung untuk memompa darah keluar dari jantung. Pada saat ini, serambi relaksasi. Antara serambi dan bilik terdapat klep (valve), dengan demikian darah dari vena masuk kembali ke serambi.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa siklus kerja jantung (cardiac cycles) adalah kegiatan berkonstraksi dan berelaksasinya serambi dan bilik jantung. Siklus kerja jantung ini membutuhkan waktu 6 atau 7 detik. Satu siklus kerja jantung, yang identik dengan denyut jantung akan berbanding terbalik dengan umur. Makin tua umur seseorang maka siklus kerja jantung makin lambat.
Seperti halnya organ lain, organ jantung harus mendapat pasokan O2 dan nutrisi terus menerus, hanya jumlahnya berbeda. Jaringan lain akan menggunakan 25% O2 yang dibawa oleh darah kepadanya, sedangkan jantung akan menggunakan 80% O2 darah yang dibawanya.
Apabila pasokan darah yang mengandung oksigen menuju ke otak (centre of nerve system) terhambat atau berhenti selama 5 detik saja, orang akan kehilangan kesadarannya. Selanjutnya, sel-sel otak akan rusak dan tidak dapat beregenerasi apabila dalam waktu 9 menti tidak mendapat pasokan darah yang mengandung O2. Lain halnya dengan jaringan otot jantung, akan mengalami kejang apabila selama 15-20 detik tidak mendapatkan pasokan darah yang mengandung O2.
Arah aliran darah dalam jantung, ditentukan oleh gerak membuka dan menutup dari klep-kelp (valves) jantung. Gerakan membuka dan menutup klep jantung tergantung pad tekanan relative dari kedua sisi klep. Jantung, memiliki tali jantung (heart strings) yang berfungsi untuk menahan gerakan klep-kelp jantung agar tidak bergerak melipat kea rah yang tidak beraturan.
Pulsa jantung
Kecepatan dan kekuatan denyut jantung dapat diukur melalui pulsa arteri yang terletak di pergelangan tangan (wrist), pulsa arteri carotis, dan beberapa tempat lainnya. Pengukuran ini dilakukan dengan cara meraba pulsa, kemudian menghitung denyutnya, dan diulang beberapa kali untuk diambil angka rata-rata. Pengukuran ini sebaiknya jangan dilakukan dengan menggunakan ibu jari karena bidangnya terlalu lebar sehingga ada kemungkinan pulsa yang satu akan bercampur dengan pulsa yang lainnya.
Siklus kerja jantung (cardiac cycles)
Siklus kerja jantung dibagi ke dalam tiga fase berikut.
I. Diastole
Pada fase diastole, kedua serambi dan kedua bilik dalam keadaan relaksasi. Setelah diastole, serambi akan berkonstraksi dan klep bergerak sehingga darah masuk dari serambi ke bilik.
II. Systole
Pada fase ini terjadi konstraksi yang terdiri dari konstraksi serambi dan konstraksi bilik, secara bergantian.
III. Relaksasi
Fase ini terjadi di serambi, untuk menarik darah vena kembali ke serambi. Systole serambi berjalan 0.1 detika, systole bilik 0.3 detik, dan diastole selama 0.4 detik.
Membuka dan mentupnya klep akan disertai dengan mengalirnya darah sehingga menyebabkan timbulnya suara. Dengan kata lain, jantung akan bersuara apabila systole dan diastole jantung berlangsung. Suara pertama akan timbul, pada saat klep serambi dan bilik menutup. Pada kasus-kasus tertentu, klep serambi dan bilik mengalami kerusakan (cacat atau penyakti). Kerusakan ini akan mengakibatkan suara gemuruh yang disebut heart murmurs. Suara yang abnomal tersebut, dapat didengar dengan stethoscope atau phonandoscope. Suara ini timbul karena adanya arus balik dari darah yang seharusnya mengalir dengan lancar kea rah yang ditunjukkan oleh klep serambi bilik.
Adakalanya jumlah volume darah yang harus dipompa mengalami penurunan padahal kebutuhan O2 dan nutrisi jaringan tetap, bahkan mungkin bertambah karena aktivitasnya mengalami peningkatan. Akibatnya, jantung akan berusaha meningkatkan efektivitas kerjanya untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan. Jantung akan bekerja lebih keras dan cepat. Keadaan jantung seperti ini disebut tachycardia. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, aktivitas jantung akan mengalami penurunan sehingga denyut jantung menjadi lemah dan lambat. Keadaan ini disebut bradycardia. Tachycardia dan bradycardia merupakan peristiwa awal dari kegagalan jantung (heart failure).
Jantung dilindungi oleh kantung berdinding ganda yang disebut pericardium (heart capsule). Di antara pericardium terdapat cairan yang berfungsi sebagai peredam gesekan atau benturan (semacam shock breaker), pada saat jantung bekerja.
Telah diketahui bahwa jantung terdiri dari jaringan otot tebal yang disebut myocardium. Myocardium terdiri dari sel otot bergaris yang menyusun suatu jaringan sehingga apabila jantung berkontraksi, seluruh sel otot secara spontan berkontraksi bersama-sama. Pada saat jantung berdenyut, darah akan keluar dari bilik sekitar 65-75 cc. Volume darah yang keluar dari bilik pada saat jantung berdenyut disebut stroke volume (SV).
Cardiac output
Cardiac output adalah jumlah darah yang dipompa oleh setiap bilik jantung dalam setiap menitnya. Cardiac output dirumuskan sebagai berikut:
Cardiac output (CO) = Stroke volume (SV) X Heartbreak rate (HR)
Dalam keadaan normal, jantung orang dewasa sehat akan memompa darah sebanyak 9.500-10.000 liter/hari. Pemompaan darah ini terjadi dan berlangsung secara independent dan otomatis karena jantung dipersarafi (enervasi) oleh susunan saraf otonom. Itulah sebabnya, organ jantung masih dapat berdenyut untuk beberapa saat meskipun dikeluarkan dari system organ tubuh. Syaratnya, di dalam pembuluh darah koroner masih terdapat zat nutrisi dan O2 yang cukup.
Donor jantung dapat diambil dari orang yang sudah mati (dalam kecelakaan). Syaratnya, dokter mempunyai cukup waktu untuk merawat jantung donasi tersebut. Bagian dari jantung ini masih mampu berkontraksi karena ototo jantung terbangun oleh sel otot bergaris yang dienervasi oleh serabut saraf otonom.
Selain dibangun oleh sel otot bergaris, organ jantung sangat elastis, yang fungsinya untuk menjamin keluwesan pergerakan mengembang dan mengempisnya jantung. Makin kuat dan besar jantung mengembang makan makin kuat dan besar pula kontraksi jantung. Dalam keadaan istirahat atau tidur, jantung akan tetap berdenyut. Akan tetapi, volume dan kecepatannya lebih lambat. Hal ini menunjukkan bahwa jantung menyesuaikan diri pada keadaan karena kebutuhan darah (nutrisi dan O2 ) berkurang. Hal yang sebaliknya terjadi pada orang yang sedang melakukan aktivitas tertentu, misalnya olahraga.
Dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat peredaran darah, energi yang dipakai oleh jantung selama manusia hidup dapat dinyatakan dalam kekuatan daya. Daya tersebut sama dengan tenaga yang mampu mengangkat benda sebeart 45 ton pada ketinggian 8 km. Untuk kemampuan seperti itu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa nutrisi dan O2 adalah kebutuhan yang mutlak untuk memelihara dan membangun organ jantung. Nutrisi dan O2 yang diperoleh jantung bukan berasal dari darah yang dipompa setiap hari, melainkan berasal dari darah yang berada di dalam system pembuluh koroner yang merupakan cabang dari aorta.
Myocardium merupakan bagian jantung yang membutuhkan pasokan nutrisi dan O2 paling besar. Berdasarkan uraian di atas dapat dimengerti bahwa fungsi dan tugas dari pembuluh darah koroner sangat penting.
Enervasi dan mekanisme kerja jantung
Siklus kerja jantung dimulai pada saat nodus sino-atrial (SA) distimulir oleh suatu rangsangan saraf (nervous impulses). Dari nodus SA, impuls bioelektrik akan dihantar menyebar melalui kedua serambi,yang menyebabkan terjadinya systole serambi (atrial systole). Impuls berikutnya akan sampai ke nodus AV (atrio ventricle) yang dibangun oleh sel-sel otot khusus yang terletak di antara serambi dan bilik. Dari nodus AV impuls menyebar ke bilik jantung melalui syaraf yang memiliki daya hantar sangat tinggi, yaitu 6 kali lipat daya hantar saraf biasa. Hal ini disebabkan oleh bantuan struktur serabut otot jantung yang khas (ventricular systole). Demikianlah mekanisme kerja jantung, yang pada intinya merupakan koordinasi yang efisien dari kontraksi kedua pasang kamar jantung (dua serambi dan dua bilik).
Dalam keadaan normal, impuls kedua, ketiga, dan seterusnya berjalan dengan sendirinya, tidak seperti impuls yang pertama, yaitu selisih 0.3 detik. Faktor-faktor yang dapat mengganggu koordinasi daya hantar dan mengakibatkan impuls berjalan sendiri-sendiri, antara lain gangguan fungsi hantar serabut otot jantung, obat-obatan tertentu, toksin dan infeksi. Keadaan ini yang dapat menimbulkan filbrilasi jantung, yang secara klinis dikenal dengan palpitasi jantung. Fibrilasi yang terjadi di serambi jantung (atrial fibrillation) tidak begitu serius. Bahkan kadang-kadang terjadi pada orang yang sehat sekalipun. Namun, fibrilasi yang terjadi di dalam bilik jantung (ventricles fibrillation) sangat serius. Hal ini terjadi apabila darah yang harus dipompa tidak ada, pada saat systole bilik jantung (ventricle systole) terjadi. Peristiwa seperti ini dapat mengakibatkna serangan jantung mendadak (heart attack), yang akhirnya dapat menyebabkan kematian.
Electric shock dapat menyebabkan koordinasi filbrasi bilik jantung menjadi tidak beraturan sehingga mengganggu irama kontraksi jantung yang normal. Suatu metode untuk mengetahui dan mencatat kegiatan bio-elektrik dalam jantugn dikenal dengan electro cardio gram (ECG). Apabila terjadi gangguan jantung, secara dini orang dapat megnetahui kondisinya sendiri dan kemungkinan besar dapat ditolong sebelum gangguan tersebut serius. D sinilah perlunya, mengapa orang (terutama yang berumur 45 tahun ke atas) dianjurkan berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan umum (general check up) kepada dokter ahli jantung.
Pengontrol jantung
Telah diketahui bahwa denyut jantung diatur oleh system saraf otonom. System saraf ini dipengaruhi oleh faktor lain dalam menanggapi suatu rangsangan, seperti kegiatan fisik (exercise), deman, dan emosi (emotional excitement), yang dapat mempengaruhi otak (central nerve system= CNS). Akibatnya, kecepatan denyut jantung akan bertambah. Pusat pengatur kecepatan denyut jantung ada di dalam medulla otak. Hal ini tidak berarti bahwa bagian lain dari CNS tidak berpengaruh. Trauma yang terjadi terhadap cerebrum (otak besar) akan ditransfer ke medulla. Hormone adrenalin dan thyroxin, secara langsung dapat mempercepat denyut jantung melalui otot jantung.
Kecepatan denyut jantung dapat dipengaruhi pula oleh tekanan dan komposisi biokimia darah. Penerima (receptor) pengatur tekanan darah terdapat pada dinding aorta dan arteria carotis, terutama yang berada di daerah leher. Receptor ini sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi akan mendesak dan meregangkan dinding pembuluh darah (arteri) dan menstimulir reseptor-reseptor tersebut. Reseptor ini kemudian akan mengirimkan impuls ke pusat pengendalian yang ada di dalam medulla. Selain reseptor yang sensitive terhadap perubahan tekanan darah, dinding aorta dan arteria carotis juga mengandung reseptor-reseptor kecil yang bersifat kimiawi (chemoreceptors). Chemoreceptors sangat sensitive dalam menanggapi perubahan kimiawi darah, seperti kandungan CO2, O2, dan perubahan pH (keseimbangan asam basa darah). Contohnya, kadar CO2 yang tinggi dan kadar O2 yang rendah di dalam darah, dapat menyebabkan chemoreceptors mengirim impuls ke pusat cardio accelerator (CA).
Beberapa permasalahan jantung
Di Indonesia, serangan jantung (heart attack)menempati posisi lima besar, sebagai suatu penyakit penyebab kematian. Sebagian besar, korban meninggal beberapa menit atau jam, sejak terjadinya serangan jantung.
Pada umumnya, serangan jantung disebabkan oleh terjadinya pembendungan/penyumbatan (blockage) di dalam pembuluh jantung koroner (arteria coronaria). Metode cardio pulmonary resuscitation (CPR) banyak menolong penderita serangan jantung (lihat Bab IX, sub-bab P3K)
Penyumbatan pembuluh darah koroner dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan O2 pada bagian tertentu dari otot jantung. Bahkan, bagian tersebut akan mengalami kematian akibat tidak adanya suplai nutrisi dan O2. kondisi seperti ini disebut infark jantung (cardio infarction). Infark jantung dapat menyebabkan timbulnya filbrasi bilik jantung, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian mendadak. Apabila seseorang menderita serangan jantung, kemungkinan besar serangan jantung yang pertama dapat tertolong. Akan tetapi, serangan jantung berikutnya, kemungkinannya sangat kecil dapat diselamatkan. Pada kenyataannya, dari tahun ke tahun orang yang meninggal akbiat serangan jantung makin bertambah. Persentase terbesar yang mengakibatkan terjadinya serangan jantung adalah adanya penyumbatan oleh darah yang membeku, baik sebagian maupun keseluruhan di dalam system pembuluh darah koroner. Pembekuan darah di dalam pembuluh koroner disebut cardio thrombosis.
Pada umumnya, pembekuan darah di dalam pembuluh koroner didahului oleh proses penyempitan/penebalan pembuluh darah, yang disebabkan oleh adanya penimbunan/penempelan lemak. Lemak yang tertimbun pada dinding pembuluh koroner ini, pada umumnya berupa kolesterol. Akibatnya, aliran darah yang melewati pembuluh koroner menjadi lambat bahkan berhenti. Selanjutnya, terjadi pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh koroner tersebut. Penebalan pembuluh darh yang menyebabkan penyumbatan tersebut, dinamakan atherosclerosis. Selain itu, jaringna ikat (fibrious tissue) dan sarang kalsium dapat terbentuk pada dinding pembuluh darah. Terbentuknya sarang kalsium pada dinding pembuluh darah dikenal dengan calcifikasi (perkapuran).
Penebalan dan pembekuan yang terjadi pada pembuluh darah menyebabkan ruang aliran darah yang menyempit dan elastisitas pembuluh darah menurun serta kaku. Pembekuan darah di dalam pembuluh darah menyebabkan permukaan dinding pembuluh menjadi kasar.
Orang yang menderita penebalan/penyumbatan pada pembuluh darah koroner, seringkali mengeluh adanya rasa nyeri, dada merasa penuh, dan tertekan, terutama di daerah permukaan lokasi jantung, dan gangguan pada bahu dan lengan sebelah kiri. Keadaan demikian disebut angina pectoris (nyeri ulu hati).
Bagaimanapun juga pada orang yang sudah berumur proses penebalan pembuluh koroner oleh timbunan kolesterol maupun terbentuknya jaringan fibrosa dan calcifikasi akan terjadi. Akibatnya, sebagian dari otot jantung tidak cukup memperoleh pasukan nutrisi dan O2. Daerah yang kekurangan nutrisi dan O2 ini menjadi pucat dan (setengah) hati. Kondisi demikian disebut infark jantung. Pada infark jantung yang belum parah, penggunaan obat seperti nitroglycerin dapat membuka sumbatan dalam pembuluh darah dan sedikit mengurangi rasa nyeri di daerah dada.
Arheroclerosis adalah salah satu bentuk dari arteriosclerosis, yaitu nama umum dari pengerasan dan degenerasi arteri (pembuluh darah yang menuju jantung).
Di Amerika, 80% serangan jantung yang mengakibatkan kematian disebabkan oleh arteriosclerosis. Data-data hasil autopsy menunjukkan bahwa proses atheriosclerosis telah dimulai pada usia sejak dini.
Untuk menghilangkan sumbatan atau penebalan pembuluh darah koroner, saat ini telah dilakukan operasi yang sangat popular, dikenal dengan operasi by pass. Operasi ini dilakukan dengan cara menyambungkan pembuluh vena (vena di kaki penderita). Teknik operasi ini sangat controversial dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
Dewasa ini, telah diketahui bahwa angina pectoris (juga nyeri yang lainnya) dapat disembuhkan. Akan tetapi, kekuatan dan lamanya waktu seseorang untuk bertahan hidup, masih merupakan teka-teki.
Apabila seseorang mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes mellitus, dan hipertensi, akan lebih muda terkena serangan jantung. Selain itu, serangan jantung dipengaruhi pula oleh faktor umur, keturunan, seks, dan ras. Serangan jantung lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Orang negro lebih rawan terkena serangan jantung. Serangan jantung sangat ditentukan oleh cara diet seseorang, baik jenis makanan maupun perilaku makan (eating habit) sangat menentukan.
Telah diketahui bahwa kolesterol adalah penyebab atherosclerosis yang dominant. Oleh karena itu, seseorang yang berumur sekitar 40 tahun, dianjurkan untuk mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti telur, seafood, dan fastfood. Sebenarnya, kolesterol juga disintesis di dalam tubuh manusia karena dalam batas-batas tertentu, kolesterol dibutuhkan oleh tubuh. Namun, kolesterol yang berlebihan dapat diendapkan pada dinding-dinding pembuluh darah. Artinya tidak hanya pada pembuluh darah koroner.
Dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa serangan jantung tidak mempunyai hubungan yang berarti atau nyata dengan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol. Justru, faktor keturunan lebih dominant. Seseorang yang orang tuanya mengidap penyakit jantung koroner, risikonya lima kali lipat disbanding mereka yang berasal dari keturunan bukan pengidap penyakit jantung koroner. Akan tetapi, untuk menanggulangi penyakit jantung koroner, kita harus memperhatikan pula faktor-faktor yang lainnya, seperti olahraga, respon terhadap stress, pengendalian berat badan, pengaturan gizi dan kebiasaan merokok. Faktor-faktor tersebut, memiliki nilai penting dalam upaya mencegah penyakit jantung koroner. Dalam bahasa akupunktur faktor-faktor ini disebut penyebab penyakit golongan III.
Dalam kondisi tertentu, nodus SA tidak bekerja. Akibatnya, pembangkit kontraksi bilik dan serambi tidak berfungsi. Bagi seseorang yang menderita kelainan seperti itu, dapat ditolong dengan memasang nodus SA artificial yang disebut pace maker. Sumber sumber tenagna dari alat ini adalah baterai atau nuclear device. Kabel yang terdapat pada alat ini dipasang di sebelah bawah vena di leher melalui vena cava, serambi kanan dan klep, kemudian ke dalam bilik sebelah kanan. Saat ini, untuk memasang pace maker operasi jantung terbuka (open heart surgery) tidak perlu lagi dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar